Apa kata klien Dewi Sundari?

Meskipun pengamal Pesugihan Tanpa Tumbal jumlahnya sangat banyak, tapi memang tidak semua bersedia membagikan cerita kesuksesannya. Maklum lah, meskipun Pesugihan Tanpa Tumbal jelas-jelas merupakan aliran kekayaan putih, namun banyak orang tetap cenderung kurang nyaman bila harus mengakui bahwa dirinya adalah seorang pengamal.

Karena itu sebagian kesaksian di bawah ini terpaksa kami samarkan nama, alamat dan kontaknya demi menjaga kerahasiaan identitas pengamal Pesugihan Tanpa Tumbal. Anda juga bisa ikut berbagi cerita. Kami persilakan untuk mengirim email ke adm.dewisundari@gmail.com, nama dan alamat dapat kami samarkan bila Anda menghendaki demikian. Siapa tahu, kisah Anda akan menjadi motivasi tersendiri bagi banyak orang di luar sana.


Makin Sukses dengan Pesugihan Tanpa Tumbal

Salam sejahtera untuk kita semua,

Nama saya Dian, salah satu pengamal yang tinggal di Bekasi. Sengaja ingin menulis sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada kata-kata yang kurang pas saya minta tolong tim PesugihanTanpaTumbal.com supaya bisa membantu merapikan tulisan saya yang memang tidak berbakat menulis ini.

Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal adalah karena sudah bosan jadi karyawan. Selama bertahun-tahun kerja di tempat orang, tidak seberapa yang saya hasilkan. Karena itu saya memberanikan diri untuk membuka usaha, ya sambil tetap kerja di tempat kerja saya yang dulu juga.

Hasilnya tidak begitu bagus, malah ujung-ujungnya kerjaan saya di kantor tidak beres, kerjaan sampingan ikut tidak beres juga. Baru setelah mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal semuanya jadi lancar. Pekerjaan kantoran saya tinggal, saya pilih keluar masuk pasar naik mobil pikep sebagai penjual sayuran.

Dari berdagang sayuran inilah saya bisa hidup lebih mapan. Jauh lebih mandiri dari yang dulu, sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada. Kalau saya memaksa terus kerja ikut orang pasti tidak begini jadinya. Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya sering menyarankan untuk belajar kerja sendiri saja. Butuh pegangan, ada Bu Dewi yang bisa memberi arahan. Toh tidak langsung datang ke Kudus, saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sama baik.

Dian – Bekasi (budxxx89@gmail.com)


Suami Semakin Bertanggung Jawab Setelah Mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal

Saya sebenarnya seorang ibu rumah tangga, tapi karena perekonomian yang terus seret akhirnya nekat mencari pesugihan. Lha wong suami makin hari makin malas kerja, sementara biaya makan dan sekolah anak-anak kami semakin tinggi. Mau bagaimana lagi?

Malah saya sempat tertipu segala. Sudah transfer uang berjuta-juta, sarana pesugihan yang saya pesan tidak dikirimkan sampai sekarang. Orangnya dihubungi tidak bisa. Padahal uang itu uang belanja bulanan saya, sengaja saya sisihkan sebagai modal mencari pesugihan.

Habis ditipu saya tetap tidak kapok. Saya cari paranormal pesugihan yang lain, ketemu lah sama Nyi Sundari. Kepada Nyi Sundari saya berkonsultasi sambil setengah mengeluh juga, sampai menceritakan soal penipuan itu segala. Padahal yang menipu bukan Nyi Sundari, tapi ya mau bagaimana wong saya dongkol.

Oleh Nyi Sundari waktu itu saya diberi keringanan, mahar saya kirimkan setengah dulu. Setengahnya boleh saya lunasi setelah paket Pesugihan Tanpa Tumbal saya terima. Walah, baru kali ini ada paranormal baik sama saya.

Sekitar seminggu setelah paket saya terima, saya baru bilang pada Nyi Sundari bahwa sebenarnya saya tidak bekerja. Saya cuma ibu rumah tangga. Nyi Sundari mungkin sudah tahu sejak awal, makanya saya sekalian dikirimi mantra untuk dibaca setiap tengah malam. Supaya suami luluh dan ingat pada kewajibannya bekerja. Saya tinggal mendukung dari rumah dan membantu sebisa saya.

Sekarang keadaan sudah jauh membaik, suami sudah tidak malas-malasan bekerja lagi. Ada order, dia langsung berangkat. Senang saya melihatnya. Dapur ngepul terus, uang sekolah terbayar, kami juga masih bisa menyisihkan tabungan setiap bulan. Benar yang dulu dikatakan Nyi Sundari sama saya, kalau keadaan keuangan baik, hubungan suami-istri juga akan semakin harmonis. Dulu jaman uang masih susah, bawaannya ingin bertengkar terus. Sekarang kami rukun-rukun saja.

(Ditulis berdasarkan pengakuan Ny. Tati melalui telepon (Jakarta, 021 – xxxx779). Hasil tulisan telah disetujui oleh klien).


Buka Tiga Cabang Setelah Mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal

Salam Mas Wahyu,

Alhamdulillah, Mas. Seperti yang sebelumnya saya rencanakan, bulan ini saya resmi membuka satu cabang lagi di Jakarta. Total ada tiga cabang sekarang. Tidak mengira bakal secepat ini, karena dulu usaha saya sempat seret sebelum mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal.

Awal mula membuka salon memang modal nekat. Berhubung suami sudah meninggal dan ini memang satu-satunya keterampilan yang bisa saya lakukan. Jatuh bangun sampai kehabisan modal, kalah saing dari salon-salon lain yang sudah ada.

Situasi baru mulai membaik sejak saya mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal dari Jeng Dewi Sundari. Orang mulai banyak yang datang, meskipun tarif saya waktu itu masih murah dan kebanyakan yang datang anak sekolah. Tapi dari situ akhirnya saya memperbanyak layanan, dan pemasukan yang ada tidak saya gunakan untuk keperluan pribadi dulu. Saya putarkan kembali sebagai modal supaya bisa beli alat-alat baru.

Tidak terasa, sekarang saya malah sudah punya cabang sampai tiga. Karyawan juga sudah ada, dan Alhamdulillah semuanya sangat bisa dipercaya. Perubahannya cepat sekali, meskipun memang tidak instan. Entah harus menulis apa lagi ini, Mas Wahyu. Pokoknya saya bersyukur sekali.

Ny. Erna – Jawa Barat (08xxx88997)


Jualan Lancar Berkat Pesugihan Tanpa Tumbal

Assalamu’alaikum, Mas Wahyu. Mau ikut cerita sedikit, silakan ditampilkan tidak apa cerita saya ini, tapi tolong jangan tampilkan alamat email saya. Cerita saya ini soal amalan Pesugihan Tanpa Tumbal, yang saya amalkan dari Bu Dewi Sundari sejak tahun lalu.

Meskipun sama-sama lulusan perguruan tinggi, Mas Wahyu, nasib saya tidak seperti teman-teman seangkatan dulu. Mereka sekarang hampir semuanya bekerja di kantoran, sementara saya malah jualan serabi di pinggir jalan.

Sejak awal Bu Dewi memang selalu menguatkan saya, katanya tidak apa. Justru pekerjaan inilah yang akan membawa banyak rejeki bagi saya. Saya manut saja. Eh, ternyata Alhamdulillah. Apa yang Bu Dewi sampaikan terbukti benar, baru setahun saja usaha saya sudah cukup menghasilkan. Pemasukan saya jauh lebih banyak daripada teman-teman yang setiap harinya berpakaian rapi dan pakai dasi.

Doakan semoga semakin lancar, Mas Wahyu. Kapan-kapan saya mau sowan ke Kudus, ingin bertemu langsung dengan Bu Dewi.

Hamba Allah – Jawa Tengah


Ibu Rumah Tangga Sukses Membuka Lapangan Kerja Berkat Pesugihan Tanpa Tumbal

Ketika menikah dengan suami saya dulu, saya nekad memutuskan untuk berhenti kerja. Supaya bisa fokus mengurus keluarga. Malah saya sampai ikut suami tinggal di desa, karena memang penghasilan utama suami datang dari usaha pertanian.

Tapi tahun-tahun belakangan, usaha suami mulai menurun. Kebutuhan semakin banyak sementara pemasukan kami tidak ada perkembangan. Mulailah saya menyesal, kenapa dulu harus berhenti bekerja segala. Toh kalau mau, jarak dari tempat tinggal saya ke tempat kerja masih bisa ditempuh setiap hari, meskipun jaraknya ya memang agak jauh.

Dari situ saya kemudian terpikir untuk bekerja di rumah, membuat kerajinan kotak kado dan antaran nikah. Hasilnya bagus, saya dibantu juga oleh beberapa tetangga yang juga statusnya ibu rumah tangga. Sayangnya kami masih kesulitan memasarkan kerajinan yang kami buat. Tidak ada koneksi ke sana.

Usaha yang saya rintis ini pun sempat mandeg, sampai kemudian saya berkonsultasi dengan Dewi Sundari. Beliau menganjurkan saya agar mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal, kalaupun belum berhasil katanya mahar bisa saya minta kembali. Saya pun setuju.

Sekarang sih, saya tidak berharap mahar saya bakal kembali. Soalnya amalan dari Dewi Sundari terbukti manjur. Hasilnya memang perlahan, tetapi sejak saat itu ada saja kemudahan saya dalam memasarkan barang. Sampai ditawari kerjasama oleh seorang teman yang kebetulan bekerja di pemasaran internet.

Saat ini, belasan orang ibu rumah tangga ikut kerja pada saya. Alhamdulillah, sudah lebih dari cukup untuk menjaga dapur agar tetap mengebul.

Ny. Safitri (bukan nama sebenarnya) – Yogyakarta (safaxxx@gmail.com)

Artikel Paling Dicari: