tumbal pesugihan hitam

6 Macam Tumbal Pesugihan Sesat Yang Biasanya Dipakai Orang Putus Asa

Bahasan kita kali ini, bagi sebagian dari Anda, mungkin akan terdengar agak menakutkan. Karena kali ini kita akan membahas seputar tumbal.

Terlebih dulu, perlu saya tekankan bahwa saya Dewi Sundari, tidak ada satupun layanan yang menggunakan tumbal. Aliran saya terbilang aliran putih. Tidak ada pantangan, tidak ada resiko atau efek samping apapun.

Tetapi meski demikian, saya tetap merasa bahwa bahasan ini tetap layak untuk dibagikan, paling tidak sebagai wawasan. Sebab tidak bisa kita menilai sesuatu, yang sebenarnya tidak kita ketahui.

Istilah tumbal sendiri, sangat dekat kaitannya dengan hal-hal yang berbau pesugihan. Pesugihan hitam ya, bukan pesugihan putih. Karena kalau pesugihan putih tidak bisa mendatangkan uang secara ajaib. Hanya pelancar rezeki saja.

Sedangkan jenis pesugihan yang menjanjikan uang secara instan, termasuk pesugihan hitam. Dalam metode pesugihan jenis ini, tumbal dipersyaratkan sebagai pengganti harta kekayaan yang diterima.

Jenis-jenis Tumbal Dalam Pesugihan Hitam

Tumbal ada beberapa jenisnya. Perlu Anda ingat bahwa disini saya hanya memberikan wawasan dan pengetahuan, dan tidak menyarankan sama sekali terhadap tumbal pesugihan.

1. Tumbal Pesugihan Nyawa Musuh

Yang pertama, ada tumbal nyawa musuh. Atau disebut juga jual musuh. Disingkat JM, biasanya. Mereka yang mencari layanan semacam ini umumnya adalah orang yang menyimpan dendam.

Mereka ingin mendapatkan kekayaan, dengan cara mengorbankan orang-orang tertentu yang ia anggap bersalah terhadapnya. Atau ia anggap menyebabkan kesengsaraan dalam hidupnya.

Pemikiran seperti ini tentu saja tidak bisa diterima. Memang, akan jauh lebih mudah bila kita bisa menyalahkan orang lain atas kesusahan kita. Tetapi adalah tidak mungkin, bila di dalam kesusahan tersebut, tidak ada kelalaian kita juga.

Paling tidak, sebelum kita merasa bahwa kesulitan yang kita alami ini merupakan hasil perbuatan orang lain, terlebih dulu kita perlu berbenah diri dan belajar dari pengalaman. Agar ke depannya dapat menjadi pribadi yang lebih bijak.

2. Tumbal Pesugihan Umur Sendiri

Yang kedua, ada tumbal umur sendiri. Atau disebut Jual Umur. Jadi tidak perlu menumbalkan orang lain, hanya memotong umur sendiri saja sebagai harga atas kenikmatan yang diterima.

3. Tumbal Pesugihan Tukar Janin

Yang ketiga, ada tumbal tukar janin. Atau disebutnya Jual Janin. Dalam hal ini yang bisa ditumbalkan adalah janin yang usianya belum tujuh bulan.

Kejam memang kedengarannya, mau menumbalkan jabang bayi sendiri. Malah pernah suatu ketika, ada orang bertanya kepada saya. Katanya dia menghamili pacarnya, daripada disuruh tanggung jawab lebih baik janinnya ditumbalkan saja untuk pesugihan.

Hal-hal seperti inilah yang seringkali membuat kita merasa bahwa dunia memang dipenuhi orang gila.

4. Tumbal Jiwa

Yang keempat, ada tumbal jiwa. Artinya, nyawa dia sendirilah yang dia ajukan. Bukan nyawa orang lain. Sehingga setelah matinya nanti, dia akan menjadi milik pihak kedua manapun yang ia mintai kekayaan.

5. Tumbal Jual Diri

Yang kelima, ada tumbal jual diri. Artinya, ia rela disetubuhi atau digauli oleh makhluk gaib tertentu dengan bayaran tertentu pula.

Sesuatu yang percuma, sebenarnya. Kalau sekedar menjual diri, tidak kepada makhluk gaib pun bisa. Di dunia nyata pun mereka yang memberikan layanan pemuas nafsu, pasti dapat uang sebagai imbalannya.

6. Tumbal Susuan

Terakhir, atau yang keenam, adalah tumbal susuan. Tumbal yang ini khusus bagi mereka yang memelihara tuyul. Jadi tidak menumbalkan nyawa, tetapi harus ada salah satu dari kerabat Anda, entah itu istri atau ibu, yang bersedia menyusui si tuyul yang Anda pekerjakan.

Sebenarnya, bila kita mau berpikir jernih, maka hal-hal yang demikian sesungguhnya bisa dihindari. Tidak sepadan bila nyawa sampai kita korbankan hanya untuk kekayaan.

Padahal orang yang bisa menjadi kaya tanpa tumbal pun banyak. Misalnya saja menggunakan amalan pesugihan tanpa tumbal. Yang sudah jelas-jelas tidak mempunyai efek apapun

Selain itu jika kita mau belajar untuk bersyukur, rezeki seberapapun akan cukup bagi kita.  Tapi sayang sekali banyak orang lupa, bahwa kita hidup di dunia hanya sementara.