asal usul pesugihan gunung kemukus

Begini Asal Usul Pesugihan Gunung Kemukus, Kok Bisa Jadi Ritual Hubungan Badan

Gunung Kemukus menyimpan banyak misteri yang sampai saat ini masih menarik untuk digali. Gunung yang letaknya di di Desa Pendem, Kecamatan Sumber Lawang, Kabupaten Sragen, Jawa tengah ini berbeda dengan Gunung lainnya.

Banyak pengunjung dari berbagai penjuru nusantara pun ikut serta dan andil mendatangi tempat tersebut, tidak lain dan tidak bukan adalah ingin mendapatkan berkah pesugihan gunung kemukus tersebut.

Banyak cerita yang menjelaskan bahwa Gunung Kemukus tersebut merupakan sebuah tempat yang dijadikan orang-orang melakukan sebuah “ritual seks” untuk meraih kerezekian dan kekayaan yang melimpah.

Ritual Seks Pesugihan Gunung Kemukus Sudah lama berjalan dan sampai sekarang masih ramai di datangi banyak orang. Hal ini dipercaya banyak orang bahwa dengan melakukan “ritual seks” di Gunung Kemukus maka akan menjadikan orang yang melakukannya tersebut bisa meraih rejeki dan kekayaan yang melimpah.

Uniknya, untuk melakukan ritual seks tidak boleh dengan pasangan yang datang bersamaan dengan orang yang akan melakukan ritual. Maksudnya adalah orang yang akan melakukan ritual tidak membawa pasangan dari rumah, tetapi harus mencari pasangan untuk melakukan ritual seks dengan orang yang sudah ada di Gunung Kemukus.

Hal ini juga menjadi lahan rejeki bagi para Pekerja Seks Komersial (PSK) menjajakan dirinya. Mereka stand by di area kaki gunung menawarkan diri agar bisa diajak ritual seks, dengan tarif yang sudah dijanjikan maka berjalanlah skenario ritual seks.

Menurut kuncen (juru kunci) tempat tersebut, transaksi mereka satu kali jadi, bahkan dari para PSK mengatakan bahwa pembayaran tidak hanya terjadi di tempat, tetapi juga imbalan bagi lelaki yang memakainya itu ketika sukses meminta dibelikan rumah, mobil dan sebagainya.

Asal Usul Pesugihan Gunung Kemukus, Mengapa Ada Ritual Hubungan Badan

Masyarakat setempat meyakini bahwa pesugihan melalui ritual seks di Gunung Kemukus erat kaitannya dengan Pangeran Samudera yang melakukan hubungan terlarang dengan salah satu ibu tirinya yakni Dewi Ontrowulan. Tim Kisah Tanah Jawa yang melakukan investigasi melalui teknik retrokognisi mengungkapkan bahwa mitos ini tidak benar.

Pangeran Samudera merupan putra dari salah seorang selir dari penguasa terakhir Kerajaan Majapahit. Beliau adalah seorang santri, murid dari Sunan Kalijaga. Antara Pangeran Samudera dan Dewi Ontrowulan sempat terjadi kisah asmara, namun setelah kemudian Dewi Ontrowulan diangkat menjadi selir, Pangeran Samudera tahu diri karena tidak mungkin menjalin kasih dengan ibu tirinya.

Pangeran Samudera selama hidupnya tidak pernah menikah, beliau memperdalam agama dengan berguru kepada Kyai Ageng Gugur di kaki Gunung Kemukus. Setelah berguru, Pangeran Samudera mendirikan sebuah pondok di Gunung Kemukus. Suatu ketika saat Pangeran Samudera sakit, Dewi Ontrowulan datang merawat hingga sang pangeran tutup usia. Tidak ada perselingkuhan yang terjadi antara keduanya.

Kisah mitos pesugihan dengan ritual seks berawal dari seseorang yang tertidur di bawah pohon besar di gunung Kemukus yang diberi pesan melalui mimpi oleh sosok pangeran, bahwa jika ingin kaya harus berhubungan sebanyak tujuh kali dengan orang yang sama, bukan dengan pasangan sah, setiap hari pasaran kamis wage atau kamis pahing.

Sosok pengeran dalam mimpi tersebut dikaitkan dengan Pangeran Samudera, padahal bukan. Kisah ini terus beredar dari mulut ke mulut hingga Gunung Kemukus dikenal sebagai tempat pesugihan melalui ritual seks. Banyak juga wanita yang lalu menjual diri di Gunung Kemukus sebagai wujud ritual yang salah kaprah.