Cerita Mistis Tentang Dihamili Genderuwo

Kali ini, bahasan kita sedikit berbau mistis, tetapi lebih mengarah pada wawasan, dan semoga menjadikan kita lebih berhati-hati juga.

Sebagian dari Anda, mungkin sudah pernah mendengar tentang kisah perempuan yang dihamili genderuwo. Jadi si genderuwo ini, menjelma ke dalam wujud suami si perempuan, untuk kemudian melakukan hubungan badan dengan wanita tersebut.

Nah, itulah yang akan kita bahas. Karena kebetulan saja, beberapa waktu lalu saya menerima pertanyaan semacam ini, dan tentunya saya pikir tidak ada salahnya jika kita bahas.

Soal asal usul genderuwo sendiri, sebelumnya sudah pernah saya terangkan, secara singkat. Di salah satu video saya yang dulu. Secara tradisional, memang dipercaya bahwa genderuwo merupakan makhluk halus yang memiliki kemampuan untuk berubah wujud.

Bisa menjelma, istilahnya. Termasuk menjelma menjadi manusia. Dan ketika si genderuwo ini menaruh hati pada seorang perempuan, dari golongan manusia, yang kebetulan perempuan ini sudah menikah, maka si genderuwo tadi berkesempatan untuk menggauli perempuan yang diinginkannya, dengan cara berubah wujud menjadi suami perempuan tadi.

Beberapa dari Anda, mungkin juga masih ingat. Di sekitar dekade 90an, kisah genderuwo menghamili perempuan ini sempat santer beredar di media. Sempat didokumentasikan di televisi juga.

Contohnya adalah satu kisah, tentang seorang anak dari Jawa Timur, yang diyakini sebagai anak genderuwo. Mengapa seperti itu? Karena pernah ada masanya, setelah pasangan suami istri ini menikah, sang suami harus pergi ke luar kota. Untuk jangka waktu yang cukup lama.

Sudah berpamitan, tapi beberapa hari kemudian suaminya pulang lagi. Dan sang istri sama sekali tidak mencurigai, bahwa yang baru saja pulang ini bukanlah suaminya sendiri. Hubungan badan pun terjadi, dan beberapa bulan kemudian, suaminya yang asli, kembali ke rumah dalam keadaan sang istri sudah hamil.

Ingat, ini adalah masanya ketika ponsel dan dunia maya belum marak. Jadi komunikasi tidak bisa dilakukan semudah atau segampang kita di jaman sekarang.

Maka ributlah pasangan suami istri ini, sang istri dituduh selingkuh. Tetapi kemudian, sang jabang bayi pun lahir, tetapi lahirnya tidak seperti bayi kebanyakan. Anak ini memiliki perawakan yang bisa dibilang agak berbeda. Sekujur tubuhnya penuh rambut, dan bintik-bintik merah.

Inilah yang kemudian memunculkan keyakinan, bahwa anak tersebut sesungguhnya adalah anak genderuwo, yang menghamili ibunya, dengan cara menyamar sebagai sang suami.

Dalam perjalanannya, si anak pun tidak bertingkah layaknya anak biasa. Ia agak kesulitan beradaptasi. Makannya lima kali lebih banyak, dibandingkan porsi makan orang kebanyakan. Tidurnya hanya dua jam sehari. Dan ia pun kesulitan berkomunikasi, jadi antara paham dan tidak paham, ketika diomongi orang.

Kisah ini, hanyalah salah satu contoh. Kisah-kisah serupa, banyak dituturkan di masyarakat. Meskipun tentu saja, kita sama sekali tidak memiliki cara untuk membuktikan apakah anak yang demikian ini, benar anak genderuwo atau bukan.

Maka disinilah para istri diharapkan untuk lebih berhati-hati. Lebih waspada menjaga diri, terutama bila suaminya sedang tidak berada di rumah. Banyak orang mengatakan, bahwa hubungan badan dengan genderuwo itu rasanya lebih nikmat. Dan menjadikan ketagihan.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Untuk menghindari situasi semacam ini? Sebenarnya mudah. Kita adalah manusia, bukan binatang. Dan salah satu yang membedakan kita dengan binatang, adalah adat kita. Laku kita. Keyakinan kita.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka sebaiknya kita biasakan untuk berdoa. Terutama setiap sebelum berhubungan suami istri. Bacakan doa ini sesuai keyakinan Anda, agar terhindar dari hal-hal yang tidak semestinya.

Agar rumah tangga kita dilanggengkan, dan senantiasa dilindungi oleh Tuhan. Dan jika diberkahi keturunan dari hubungan ini, harapannya agar sang anak selalu sehat, tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berbudi, serta bermanfaat untuk sesamanya. Sesederhana itu.

Tentang apakah Anda percaya atau tidak, tentang fenomena dihamili genderuwo, sepenuhnya saya kembalikan kepada Anda. Karena memang bukan itu intinya. Intinya adalah bagaimana kita menerima wawasan ini, sebagai sebuah petunjuk, atau pengingat, agar kita senantiasa waspada dan berhati-hati.

Akhir kata, dari saya cukup sekian, terima kasih telah menyaksikan. Bila Anda ada pengalaman, atau cerita menarik, seputar fenomena dihamili genderuwo ini, boleh tuliskan di kolom komentar.